Amid Evil: Tujuh Senjata Sihir, Tujuh Episode, Satu Game yang Tidak Bisa Dilupakan

Amid Evil

JAKARTA, nintendotimes.com – Bayangkan Doom, lalu buang semua pistol dan ganti dengan kapak sihir, tongkat yang menembakkan planet mini, dan kristal yang membunuh semua musuh dalam jangkauan sekaligus. Itulah titik awal Amid Evil. Dikembangkan oleh Indefatigable dan diterbitkan oleh New Blood Interactive, Amid Evil rilis penuh pada 20 Juni 2019. TechRaptor menyebutnya sebagai mahakarya yang bisa dinikmati siapapun. PC Gamer memujinya sebagai monster mash terbaik saat layar penuh musuh.

Amid Evil adalah penerus spiritual Heretic dan Hexen, dua FPS dark fantasy dari era 90-an yang sering terlupakan di balik popularitas Doom dan Quake. Namun dalam praktiknya, Amid Evil melampaui kedua game itu dalam hampir semua aspek: desain level yang lebih inventif, senjata yang lebih beragam, dan atmosfer yang lebih konsisten dari awal hingga akhir ketujuh episodenya.

Mengapa Tujuh Senjata Sihir Ini Terasa Lebih Menarik dari Pistol Manapun

Amid Evil

Arsenal Amid Evil tidak punya senjata yang lemah. Setiap senjata memiliki kegunaan nyata dan terasa memuaskan dipakai:

  • War Axe bisa dilempar untuk serangan jarak jauh dan kembali otomatis setelah mengenai target. Efisien untuk musuh yang bergerak cepat.
  • Celestial Claw menembakkan planet kecil yang memantul mengikuti kontur area. Satu tembakan bisa mengenai beberapa musuh di koridor sempit.
  • Star of Diamond menembakkan kristal yang meledak, ideal untuk kelompok musuh di ruang terbuka.
  • Aeturnum adalah BFG-nya Amid Evil: menembakkan orb yang membunuh semua musuh dalam radius besar sekaligus.
  • Trident menembakkan petir tanpa waktu terbang panjang, sangat efektif melawan musuh yang bergerak cepat.
  • Voltride mengirimkan gelombang energi yang menembus beberapa musuh dalam satu garis lurus.
  • Eye of Nesh menembakkan proyektil yang bisa dikendalikan arahnya setelah diluncurkan, untuk serangan dari sudut yang tidak terduga.

Soul Mode: Kapan Menggunakannya dan Mengapa Itu Penting

Soul Mode adalah mekanik yang mengubah seluruh dinamika combat di Amid Evil. Ketika cukup banyak jiwa dikumpulkan dari musuh yang mati, Soul Mode bisa diaktifkan untuk sementara waktu. Selama aktif, semua senjata mendapat boost damage yang sangat signifikan.

Dalam Soul Mode, bahkan War Axe yang merupakan senjata paling dasar pun bisa membunuh musuh besar dalam satu tembakan. Aeturnum dalam Soul Mode hampir tidak bisa dibendung. Oleh karena itu, jangan mengaktifkannya sembarangan saat hanya ada satu atau dua musuh. Simpan untuk situasi di mana ada kelompok besar musuh atau enemy champion yang membutuhkan lebih banyak sumber daya untuk dikalahkan secara normal.

Mengelola kapan mengumpulkan jiwa dan kapan mengaktifkan Soul Mode adalah lapisan taktis yang tidak langsung terlihat namun sangat memengaruhi efisiensi combat di tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Desain Level yang Membuat Setiap Episode Terasa Seperti Dunia Berbeda

Tujuh episode Amid Evil masing-masing memiliki tema visual dan atmosfer yang benar-benar berbeda, bukan sekadar perubahan warna dinding:

  • Episode 1 menghadirkan kastil batu gelap dengan lorong-lorong yang terasa mengancam dan misterius.
  • Episode 2 membawa ke ruang angkasa dengan level yang melayang di antara bintang dan planet.
  • Episode 3 berlatar di hutan jamur alien yang aneh dan penuh warna yang tidak wajar.
  • Episode 4 dan 5 membawa ke kuil api dan dimensi yang terasa seperti mimpi buruk yang sangat berwarna.
  • Episode 6 dan 7 adalah puncak dari seluruh perjalanan dengan level yang paling menantang dan paling berkesan secara visual.

Konsistensi artistik di seluruh tujuh episode adalah pencapaian yang luar biasa. Amid Evil terasa seperti karya yang dirancang dengan visi tunggal yang sangat jelas dari awal hingga akhir, bukan seperti kumpulan ide yang ditempelkan bersama.

Rahasia tersembunyi di setiap level memberikan reward nyata berupa amunisi, health, dan item langka. Pemain yang mau meluangkan waktu menjelajahi setiap sudut akan menemukan bahwa Amid Evil selalu memberikan sesuatu yang berharga sebagai imbalan atas keingintahuan mereka.

Tidak Ada Fall Damage, Bisa Bernapas di Air

Amid Evil dengan sengaja membuang beberapa konvensi FPS yang sering terasa tidak perlu. Tidak ada fall damage, sehingga pemain bisa melompat dari ketinggian berapapun tanpa konsekuensi. Karakter juga bisa bernapas di dalam air tanpa batas waktu, menghilangkan tekanan saat mengeksplorasi area bawah air.

Keputusan-keputusan desain kecil seperti ini membuat Amid Evil terasa sangat nyaman dijelajahi. Perhatian pemain bisa sepenuhnya diarahkan ke combat dan eksplorasi, bukan ke hal-hal teknis yang hanya menambah frustrasi tanpa menambah kedalaman bermain.

Amid Evil: Game yang Tidak Pernah Terasa Ketinggalan Zaman

Enam tahun setelah rilis, Amid Evil masih terasa sangat relevan dan sangat memuaskan untuk dimainkan. Senjata-senjatanya tetap terasa unik dan belum pernah ditiru dengan baik oleh game lain. Desain levelnya masih bisa bersaing dengan boomer shooter terbaru yang jauh lebih modern. Dan atmosfer dark fantasy-nya tetap tidak ada tandingannya di genre yang semakin ramai ini.

Kesimpulan: Amid Evil Adalah Standar yang Harus Diraih Boomer Shooter Lain

Bagi siapapun yang menyukai FPS klasik dan belum pernah mencoba Amid Evil, ini adalah kesalahan yang perlu segera diperbaiki. Ia bukan sekadar penghormatan terhadap Heretic atau Hexen. Ia adalah game yang melampaui kedua pendahulunya dalam setiap aspek yang penting dan menghadirkan pengalaman dark fantasy FPS yang belum pernah ada sebelumnya dan belum pernah diulang sejak.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Gaming

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: 

Author