Jakarta, nintendotimes.com – Ada momen menarik dalam evolusi dunia game. Ketika controller mulai terasa membatasi, ketika layar datar terasa kurang “hidup”, dan ketika pemain ingin lebih dari sekadar menekan tombol. Dari kebutuhan itulah, pengalaman game berbasis realitas virtual berkembang. Dan di tengah gelombang itu, satu nama muncul denga
Tuesday, March 17
