Ion Fury: Review FPS Retro Terbaik dengan Engine Duke Nukem yang Masih Relevan

Ion Fury

JAKARTA, nintendotimes.com – Ada yang menarik dari fakta bahwa Ion Fury dibangun menggunakan Build Engine yang sama dengan Duke Nukem 3D, game yang keluar lebih dari dua dekade sebelumnya. Namun dalam tangan studio Voidpoint, engine tua itu menghasilkan FPS yang oleh banyak reviewer disebut sebagai salah satu game terbaik dalam genre retro shooter modern. Diterbitkan oleh 3D Realms, penerbit yang menciptakan Duke Nukem 3D itu sendiri, Ion Fury rilis pada 15 Agustus 2019. PC Gamer memujinya karena tidak menghadirkan masalah teknis apapun dan justru memberikan karakter visual yang sulit direplikasi engine modern.

Pemain mengendalikan Corporal Shelly “Bombshell” Harrison, mantan penjinak bom Global Defense Force yang menghadapi kultus siborg pimpinan Professor Jadus Heskel di kota futuristik Neo DC. Ceritanya ringan dan memang tidak pernah mencoba menjadi lebih dari itu. Yang serius adalah gameplay dan desain levelnya.

Neo DC: Kota yang Terasa Seperti Tempat Sungguhan

Ion Fury

Sesuatu yang langsung terasa di Ion Fury adalah seberapa hidup dunianya. Setiap area di Neo DC punya karakter berbeda: distrik perbelanjaan dengan toko yang bisa dimasuki, saluran pembuangan penuh musuh bersembunyi, atap gedung pencakar langit dengan skyline kota yang memukau, dan rel kereta yang menjadi arena pertarungan intens.

Detail yang tersebar di setiap level menceritakan kota ini tanpa cutscene panjang. Ada iklan neon yang bersinar, poster memperingatkan warga tentang ancaman kultus, dan sisa kehidupan normal yang sudah terganggu oleh invasi Heskel. Build Engine yang tua justru memberikan keunggulan unik di sini: piksel kasar dan sudut tajam menciptakan estetik yang sangat spesifik pada eranya dan tidak bisa direplikasi dengan hasil yang sama oleh engine modern.

Ion Fury mendukung widescreen penuh dengan FOV yang bisa diatur antara 70 hingga 120 derajat dan fps cap hingga 240. Ini membuktikan bahwa game retro tidak harus terasa ketinggalan zaman secara teknis hanya karena engine yang digunakannya sudah sangat lama.

Enam Senjata yang Masing-Masing Punya Karakternya Sendiri

Senjata di Ion Fury tidak sebanyak di beberapa boomer shooter lain. Namun setiap senjata memiliki karakter yang kuat dan kegunaan yang jelas dalam situasi yang berbeda-beda:

  • Loverboy adalah revolver serbaguna dengan sistem headshot yang memberikan damage ekstra. Akurasi selalu lebih efisien dari volume tembakan.
  • Disperser adalah shotgun dengan alt-fire tiga peluru sekaligus. Sangat mematikan di jarak dekat.
  • Loverboy dual-wield hadir setelah menemukan senjata kedua. Memuaskan namun menghabiskan amunisi dua kali lebih cepat.
  • Bowling Bomb adalah granat yang bisa dipantulkan di sekitar sudut sebelum meledak. Satu-satunya cara menyerang musuh yang berlindung tanpa perlu terekspos langsung.
  • Crossbow menembakkan anak panah yang meledak dengan damage tinggi, ideal untuk musuh kuat.
  • SMG hadir untuk situasi yang membutuhkan rate of fire tinggi tanpa perlu presisi ketat.

Amunisi Terbatas: Berpikir Sebelum Menembak

Berbeda dari banyak FPS modern yang tidak pernah membuat pemain khawatir kehabisan peluru, Ion Fury secara aktif mengelola amunisi sebagai sumber daya terbatas. Musuh tidak selalu menjatuhkan amunisi yang cukup untuk menggantikan yang sudah dihabiskan.

Ini bukan bug. Ini desain yang mendorong efisiensi. Headshot dengan Loverboy menggunakan satu peluru untuk membunuh musuh yang mungkin butuh lima peluru jika hanya menembak badan. Bowling Bomb di sudut yang tepat bisa membunuh tiga musuh sekaligus. Ion Fury terus menghargai pemain yang berpikir sebelum menembak, bukan yang menekan tombol tanpa arah.

Quicksave sangat berguna dan perlu digunakan secara berkala, terutama di level yang lebih panjang. Ion Fury tidak murah hati dengan checkpoint otomatis.

Desain Level yang Menantang dan Mengundang Eksplorasi

Level di Ion Fury terkenal dengan kompleksitasnya. Tidak ada waypoint dan tidak ada penanda arah. Pemain harus menemukan kartu kunci, mengaktifkan saklar tersembunyi, dan memahami bagaimana setiap bagian map saling terhubung untuk bisa maju.

Bagi yang menikmati eksplorasi bebas, ini adalah salah satu kekuatan terbesar Ion Fury. Bagi yang lebih suka game yang menuntun dengan jelas, beberapa level bisa terasa membingungkan. Tidak ada jalan tengah di sini.

Rahasia tersembunyi di Ion Fury adalah salah satu yang paling banyak di genrenya. Pemain yang meluangkan waktu menjelajahi setiap sudut akan menemukan reward nyata:

  • Armor tambahan yang tidak bisa didapat dari musuh dan sangat berharga di level sulit.
  • Amunisi ekstra untuk senjata langka yang stoknya tidak pernah berlimpah dari drop musuh biasa.
  • Power-up khusus seperti double damage dan blast accelerator yang mengubah ritme bertarung secara sementara.
  • Easter egg yang mengacu ke game-game Build Engine lain bagi yang cukup teliti menemukannya.

Durasi, DLC, dan Nilai Bermain Jangka Panjang

Ion Fury adalah game yang cukup panjang untuk genre retro FPS. Bermain kasual memakan delapan hingga sepuluh jam. Bagi yang ingin menemukan semua rahasia dan easter egg, waktu bermain bisa dua kali lipat.

DLC bernama Aftershock menambahkan kampanye baru dengan area dan musuh yang berbeda, memperpanjang umur bermain secara signifikan. Komunitas juga aktif membuat mod dan level kustom menggunakan Build Engine, menghadirkan konten yang terus bertambah jauh melampaui konten resminya.

Nilai tersebut sangat sepadan mengingat harganya yang terjangkau. Ion Fury adalah salah satu game dengan rasio kualitas terhadap harga terbaik di genrenya, terutama jika ditambah DLC Aftershock yang memperluas pengalaman secara cukup signifikan.

Ion Fury di Konsol

IonFury juga tersedia di PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox, dan Nintendo Switch. Versi konsol mendapat penyesuaian kontrol yang membuat pengalaman bermain dengan analog stick tetap terasa nyaman meski genre ini identik dengan mouse dan keyboard. Bagi pemain konsol yang ingin mencoba boomer shooter klasik pertama mereka, Ion Fury adalah titik awal yang sangat baik.

Kesimpulan: Ion Fury Membuktikan bahwa Engine Bukan Segalanya

Ion Fury adalah argumen terkuat bahwa kualitas game tidak ditentukan oleh teknologi yang menopangnya. Build Engine yang sudah lebih dari tiga dekade menghasilkan FPS yang mengalahkan banyak game modern dalam hal kesenangan bermain, desain level, dan kepuasan combat. Shelly Bombshell adalah protagonis yang berkarakter, Neo DC adalah dunia yang layak dijelajahi, dan Ion Fury adalah game yang tidak boleh dilewatkan oleh siapapun yang menyebut dirinya penggemar FPS.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Gaming

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: 

Author